Tidak pernah terbayang dalam benak saya untuk traveling dan menginjakan kaki saya ke benua Africa, benua terbesar kedua di dunia. Bayangan itu sudah terjadi!, semua itu terwujud berkat burung rangkong (Hornbill)!.
Di awal November tahun lalu saya mendapat kesempatan untuk berkunjung dan jalan-jalan ke Afrika berkat undangan menghadiri Fourth International Hornbill Conference di Mabula Game Lodge, Afrika Selatan. Bukan hanya datang kemudian duduk diam saja dalam konferensi itu, saya di minta untuk membawakan makalah penelitian terakhir saya yang berjudul “The Effect of fragmentatioin on hornbills across the Southern Sumatran Landscape”. Kesempatan seperti ini merupakan kali kedua, sebelumnya saya juga menghadiri konferensi serupa yang ke tiga di Phuket, Thailand.
Dalam menghadiri konferensi di Afrika ini saya mendapatkan dukungan travel financial dari kantor pusat WCS, dimana selama ini saya bekerja. Kemudian panitia penyelenggara dengan bantuan SASOL menyediakan akomodasi penuh selama konferensi dan Pudget Sound Chapter melalui Woodland Park Zoo, Seattle melengkapi kebutuhan financial lainnya.
Di awal, kepergian saya ke Afrika cukup berat mengingat saat itu masih suasana lebaran hari ketiga dan sedang “mudik” pula ke rumah mertua di Prabumulih. Sementara keluarga masih “mudik”, saya pulang ke Bogor sendirian dan memulai perjalan ini melalui rute Jakarta – Singapore – Johannesburg untuk sampai ke benua Afrika.
Nah, singkat cerita semua rekaman perjalanan selama di Afrika akan saya tuangkan melalui photo-photo dalam Blog ini, silahkan lihat-lihat deh ya
[...] Here some of my 5420 photos trips! on my Journey to Africa. This bird sighted on my five days Safari in Kruger National Park-South Africa and from total 252 Afrikans bird sighted on that trip. Photo of Dark Chanting Goshwak (Malierax metabates) on the top left, I fired with Digi-Scooping method after I lend Kowa Spooting Scope from my tour guide than grasp Canon A520 into the scope with my hand, no need Digi-Scooping converter at all, hihihihih. [...]
[...] Setiap gw pergi ke suatu tempat yang baru, selain mecoba meregangkan pertemanan dengan orang, gw selalu mencari pertemanan dengan binatang yang gw jumpai, seperti halnya waktu ke Afrika Selatan kemaren. Di tempat baru sekarang ini gw sudah mempunyai wildlife buddy! perkenalkeun si “Co’one”. Kayaknya seh dia adalah Eastern Grey Squirell (Sciurus carolinensis), Perkenalan ini dimulai saat gw mulai tinggal di apartement StepleeChase, dia sering menyambangi gw di depan jendela kamar yang kebetulan menghadap ke “kebun”. [...]
[...] Setiap gw pergi ke suatu tempat yang baru, selain mecoba meregangkan pertemanan dengan orang, gw selalu mencari pertemanan dengan binatang yang gw jumpai, seperti halnya waktu ke Afrika Selatan kemaren. Di tempat baru sekarang ini gw sudah mempunyai wildlife buddy! perkenalkeun si “Co’one”. Kayaknya seh dia adalah Eastern Grey Squirell (Sciurus carolinensis), Perkenalan ini dimulai saat gw mulai tinggal di apartement StepleeChase, dia sering menyambangi gw di depan jendela kamar yang kebetulan menghadap ke “kebun”. [...]
hi..salam kenal. saya arfan di Bangi, Mlysia
kalau tidak keberatan saya ingin bertanya. apa saja syarat yang diminta kedutaan AFSEL kepada pelancong dari Indonesia. Kalau Tuhan izinkan saya akan pergi ke Johanesburg Bulan depan. apakah dapat saya pergi dari Malaysia?
Halo Arfan, setiap syarat berbeda tergantung tujuan. Waktu itu saya hanya invitation letter from conference committee and letter from my office, thats it. Semoga bantu dan lancar ke Jberg nya